counters

Rabu, 06 Mei 2015

Berdakwah dulu atau memperbaiki dulu?

“eh sob…..ente sok berdakwah tapi hati ente udah benar gak????”
Pertanyaan diatas memang sering membuat kesal para aktivis dakwah apalagi mereka yang saat ini masih menginjak bangku kuliah. Para aktivis dakwah seakan kena skak mat dengan pertanyaan dari para objek dakwah mereka. Oke…mari kita cermati pertanyaan diatas. Si penanya menanya sobatnya yang sedang berdakwah, namun mungkin karena ia mungkin masih sulit menerima apa yang dikatakan sobatnya muncullah pertanyaan diatas yang kurang lebih maksudnya adalah……perbaiki dulu tuh diri sendiri sebelum perbaiki hati orang lain.
Iya juga sih…..betul tuh, sebaiknya perbaiki diri sendiri dulu sebelum perbaiki orang lain. Tapi apakah sepenuhnya ia benar. Salah…..

Justru si aktivis dakwah itulah yang patut diacungi jempol. Berdakwah itu wajib bagi setiap Muslim. Baik dia itu bejat atau konglomerat. Semuanya memiliki kewajiban buat berdakwah. Sekarang coba kita cermati dalam-dalam!!!!!
Apakah dulu para Ustadz dan para Kiai itu tak pernah berbuat Khilaf atau mungkin bahkan berbuat bejat selama ia hidup????? Pasti pernah lah…..No One’s perfect!!!!

Tapi apa yang membuat para Ustadz dan Kiai itu menjadi orang hebat padahal mereka pernah berbuat bejat. Mereka berdakwah. Bahkan dari Dakwah itulah mereka berusaha untuk terus memperbaiki diri mereka hingga mereka menjadi aktivis dakwah sesungguhnya. Setiap manusia yang  telah berani menyampaikan wahyu-wahyu Allah kepada orang lain tak dapat dipungkiri memiliki beban moral untuk dapat melakukan apa yang telah mereka ajarkan pada orang lain. Mereka tak mau di cap Munafik. Mereka tak mau menempati neraka paling dalam yang diciptakan oleh Allah SWT. Oleh karena itulah selain mereka mengajarkan apa yang telah meraka ajarkan namun mereka juga mengamalkannya itulah Aktivis Dakwah sesungguhnya.
Kembali ke pertanyaan awal! Dakwah dulu atau perbaiki diri dulu????

Nah….jawaban paling bijak menurut orang bijak adalah, lakukan keduanya berbarengan. Kita mulai dari dakwah kepada diri sendiri. Lalu mulailah kepada orang lain. Jangan down jika kita dibilang “sok alim lu!!!”. Lanjutkan saja!!! Mau sampai kapan anda menjadi Aktivis dakwah jika dengan pertanyaan seperti itu saja sudah down. Rasulullah sendiri di awal masa dakwah bahkan mengalami kejadian yang lebih parah, beliau dilempari baru ataupun kotoran namun apakah Beliau mundur????
Beliau lanjut, Rasa Istiqomah yang tinggi dan semangat yang membara membuat Dakwah Islam terus lanjut hingga saat ini kita mampu mengecap Nikmat Islam yang tiada ukuran pembandingnya. Muhammad Bin Abdullah kini menjadi salah satu orang paling hebat dalam sejarah manusia. Dari seseorang yang dulu di cap penyihir kini menjadi seorang pesohor.

Lalu apakah sikap kita????
Apakah mengalah saja atau  lanjut???? Itu terserah pada pilihan kita.

Namun yang pastinya tidak boleh dilupakan, Menjadi  seorang aktivis dakwah berarti kita turut serta membawa panji Islam. So….sahabatku, Dakwah dan perbaiki juga diri mu. Termaksud penulis sendiri. Mari kita sama-sama perbaiki diri kita dan jadilah aktivis Dakwah! (Hans)