Seandainya
Muslim bersatu. Ah..Itulah yang
terlintas di benak kita sekarang ini. Tak tega rasanya harga diri ini diinjak
terus-terusan. Berbagai kekacauan melanda dunia Islam kini namun tak ada
satupun dari kita yang acuh. Semua hanya karena kepentingan semu semata. Tangisan
dan jeritan memekikkan dari Gaza dan
Suriah pun diabaikan oleh penguasa Zalim yang seakan tak lelah menyumbang
Minyak buat Si Musuh.
Seandainya
saja Kekhalifahan Ustmani tidak jatuh ke tangan kotor Barat sekuler itu,
mungkin saja peradaban Islam yang telah diperjuangkan Rasul dan sahabat akan
tetap lekang hingga kini. Tak ada yang namanya tangisan. Yang ada hanya tawa
manis dari anak kecil yang sedang diantar ayahnya menuju sekolah. Tak ada
ratapan, yang ada hanya senyuman. Senyuman yang muncul melihat jayanya dunia
Islam.
Tapi apalah
guna meratapi nasib. Muslim saat ini pecah! Tidak ada lagi kehidupan 1001 Malam
Ala kota Baghdad di Zaman Khalifah Harun Al-Rasyid. Tidak ada lagi kita
saksikan lahirnya Ilmuwan-ilmuwan Muslim seperti di Zaman kekhalifahan Andalus.
Tidak ada lagi kita saksikan jayanya perdagangan Islam seperti halnya di
Islambol dulu. Yang ada hanyalah kekacauan disana-sini. Pemimpin amanah
digulingkan namun yang Munafik diagungkan. Orang berjenggot di cap teroris sementara yang setengah
telanjang jadi artis. Ke Mesjid dianggap cupu sementara ke diskotik dianggap
gaul. Kiranya begitulah gambaran rusaknya moral kita saat ini. Kita terperdaya
dan termakan konspirasi yang dibuat oleh kaum sekuler.
Seandainya ISLAM bersatu saja dari
sekarang juga. Mungkin Yahudi yang jumlahnya tak lebih dari 1 juta akan kalah.
cobalah renungkan wahai sahabatku!!! ISLAM di Dunia ada berapa? lebih dari 1
Milyar banyaknya. namun kita kalah dengan yang hanya sekitar 1 juta-an itu....
kenapa? karena mereka bersatu, sedangkan kita malah bercerai berai. Disaat
mereka sukses dengan konspirasi dan misionaris kita malah saling mengkafirkan.
Yang tak sesuai dengan tujuan golongannya di cap kafir. sering sekali akibat
perbedaan pemahaman, sering terucap kata atau kalimat "Kaulah 'kafir'
Sesungguhnya". Padahal sudah seharusnya kita mengislamkan yang kafir bukan
malah mengkafirkan yang Islam.
Di Indonesia???? Ah sudahlah…..!!! hanya karena penentuan jadwal Ramadhan saja kita
bertengkar bagaimana mau melihat umat Islam di negara ini maju??? Kita tahu ada
banyak ormas dan golongan yang mengatasanamakan Islam di Indonesia…..sebut saja
Muhammaddiyah,NU,PKS,HTI,dan lain-lain. Namun masih sulit bagi mereka untuk
dapat bersatu. Disaat mereka masih berdebat dan saling menunjukkan mana
diantara mereka yang terbaik. Disaat itu juga muncul golongan pengganggu dan
munafik dari kalangan Syiah,Liberal,ataupun Khawarij.
Begitulah wahai sahabatku yang
dinginkan oleh baginda Rasulullah SAW. Umat Islam bersatu. Jika saja apa yang
dikatakan saudara kita diatas menjadi kenyataan. Tidak perlu kita lihat
pemimpin kafir memimpin negeri ini ataupun melihat demo sana karena kezaliman
dari penguasa rakus pemakan uang rakyat.
Umat islam ini seperti sebuah Puzzle
yang kalo digabungkan bagian demi bagiannya maka barulah menjadi satu gambaran
yang utuh dan saling melengkapi. Jika Puzzle itu sudah bisa digabungkan, maka
tak perlulah lagi kita takut akan kebengisan Si Musuh.
Bersatu bukan berarti kita harus
menunggu dulu IMAM MAHDI turun dulu. Bersatunya umat Islam akan muncul dengan
sendirinya jika kita memiliki hati yang luas, seluas hatinya Hasan Bin Ali.
Akan muncul jika kita memiiliki sikap yang sabar, sesabar Umar bin Abdul Aziz.
Akan muncul jika kita memiliki jiwa ksatria yang kuat, Sekuat Muhammad
Al-fatih. Dan pastinya akan muncul jika kita memiliki Iman yang sempurna,
sesempurna Imannya Baginda Rasulullah SAW.
Mari kita hapus air mata saudara kita
di Gaza dan Suriah,mari kita hapus kelaparan di bumi Somalia,mari kita hapus
perpecahan di hati kita. Mari Bersatu Sahabat Semuanya. dan mari Lawan
Keterpurukan ini. Singkirkan ego dan jadilah Khalifah sejati.
Ah…..seandainya saja Umat Islam bersatu! (Hans)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar