counters

Kamis, 26 Maret 2015

Seandainya Islam bersatu!!!

Seandainya Muslim bersatu. Ah..Itulah yang terlintas di benak kita sekarang ini. Tak tega rasanya harga diri ini diinjak terus-terusan. Berbagai kekacauan melanda dunia Islam kini namun tak ada satupun dari kita yang acuh. Semua hanya karena kepentingan semu semata. Tangisan dan jeritan memekikkan dari Gaza dan Suriah pun diabaikan oleh penguasa Zalim yang seakan tak lelah menyumbang Minyak buat Si Musuh.

Seandainya saja Kekhalifahan Ustmani tidak jatuh ke tangan kotor Barat sekuler itu, mungkin saja peradaban Islam yang telah diperjuangkan Rasul dan sahabat akan tetap lekang hingga kini. Tak ada yang namanya tangisan. Yang ada hanya tawa manis dari anak kecil yang sedang diantar ayahnya menuju sekolah. Tak ada ratapan, yang ada hanya senyuman. Senyuman yang muncul melihat jayanya dunia Islam.

Tapi apalah guna meratapi nasib. Muslim saat ini pecah! Tidak ada lagi kehidupan 1001 Malam Ala kota Baghdad di Zaman Khalifah Harun Al-Rasyid. Tidak ada lagi kita saksikan lahirnya Ilmuwan-ilmuwan Muslim seperti di Zaman kekhalifahan Andalus. Tidak ada lagi kita saksikan jayanya perdagangan Islam seperti halnya di Islambol dulu. Yang ada hanyalah kekacauan disana-sini. Pemimpin amanah digulingkan namun yang Munafik diagungkan. Orang berjenggot di cap teroris sementara yang setengah telanjang jadi artis. Ke Mesjid dianggap cupu sementara ke diskotik dianggap gaul. Kiranya begitulah gambaran rusaknya moral kita saat ini. Kita terperdaya dan termakan konspirasi yang dibuat oleh kaum sekuler.

Seandainya ISLAM bersatu saja dari sekarang juga. Mungkin Yahudi yang jumlahnya tak lebih dari 1 juta akan kalah. cobalah renungkan wahai sahabatku!!! ISLAM di Dunia ada berapa? lebih dari 1 Milyar banyaknya. namun kita kalah dengan yang hanya sekitar 1 juta-an itu.... kenapa? karena mereka bersatu, sedangkan kita malah bercerai berai. Disaat mereka sukses dengan konspirasi dan misionaris kita malah saling mengkafirkan. Yang tak sesuai dengan tujuan golongannya di cap kafir. sering sekali akibat perbedaan pemahaman, sering terucap kata atau kalimat "Kaulah 'kafir' Sesungguhnya". Padahal sudah seharusnya kita mengislamkan yang kafir bukan malah mengkafirkan yang Islam.

Di Indonesia???? Ah sudahlah…..!!! hanya karena penentuan jadwal Ramadhan saja kita bertengkar bagaimana mau melihat umat Islam di negara ini maju??? Kita tahu ada banyak ormas dan golongan yang mengatasanamakan Islam di Indonesia…..sebut saja Muhammaddiyah,NU,PKS,HTI,dan lain-lain. Namun masih sulit bagi mereka untuk dapat bersatu. Disaat mereka masih berdebat dan saling menunjukkan mana diantara mereka yang terbaik. Disaat itu juga muncul golongan pengganggu dan munafik dari kalangan Syiah,Liberal,ataupun Khawarij.

Begitulah wahai sahabatku yang dinginkan oleh baginda Rasulullah SAW. Umat Islam bersatu. Jika saja apa yang dikatakan saudara kita diatas menjadi kenyataan. Tidak perlu kita lihat pemimpin kafir memimpin negeri ini ataupun melihat demo sana karena kezaliman dari penguasa rakus pemakan uang rakyat.

Umat islam ini seperti sebuah Puzzle yang kalo digabungkan bagian demi bagiannya maka barulah menjadi satu gambaran yang utuh dan saling melengkapi. Jika Puzzle itu sudah bisa digabungkan, maka tak perlulah lagi kita takut akan kebengisan Si Musuh.

Bersatu bukan berarti kita harus menunggu dulu IMAM MAHDI turun dulu. Bersatunya umat Islam akan muncul dengan sendirinya jika kita memiliki hati yang luas, seluas hatinya Hasan Bin Ali. Akan muncul jika kita memiiliki sikap yang sabar, sesabar Umar bin Abdul Aziz. Akan muncul jika kita memiliki jiwa ksatria yang kuat, Sekuat Muhammad Al-fatih. Dan pastinya akan muncul jika kita memiliki Iman yang sempurna, sesempurna Imannya Baginda Rasulullah SAW.

Mari kita hapus air mata saudara kita di Gaza dan Suriah,mari kita hapus kelaparan di bumi Somalia,mari kita hapus perpecahan di hati kita. Mari Bersatu Sahabat Semuanya. dan mari Lawan Keterpurukan ini. Singkirkan ego dan jadilah Khalifah sejati.


Ah…..seandainya saja Umat Islam bersatu! (Hans)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar