counters

Rabu, 11 Februari 2015

Pengen Kaya???

19 Ibadah dalam Islam, yang memotivasi untuk Kaya
Islam mengajarkan agar umatnya untuk hidup terbebas dari kemiskinan, sebagaimana do’a Rasulullah :
“…Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kefakiran/miskin dan kekafiran…”
[Hadits Shahih atas syarat Bukhari, dikeluarkan oleh Imam Hakim (1/530) dan Imam Ibnu Hibban (no. 2446).]
Di dalam salah satu hadis, Rasulullah menganjurkan umatnya untuk menjadi dermawan dan bukan menjadi peminta-minta.
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ فِيمَا قُرِئَ عَلَيْهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ وَهُوَ يَذْكُرُ الصَّدَقَةَ وَالتَّعَفُّفَ عَنْ الْمَسْأَلَةِ الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى وَالْيَدُ الْعُلْيَا الْمُنْفِقَةُ وَالسُّفْلَى السَّائِلَةُ
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dari Malik bin Anas -sebagaimana yang telah dibacakan kepadanya- dari Nafi’ dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda di atas mimbar, beliau menyebut tentang sedekah dan menahan diri dari meminta-minta. Sabda beliau: “Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang dibawah. Tangan di atas adalah tangan pemberi sementara tangan yang di bawah adalah tangan peminta-minta (HR. Muslim No.1715)
sedekah4
Dalam praktek peribadatan, sesungguhnya sangat banyak kita ditemui perintah-perintah yang pada hakekatnya, memberi motivasi untuk hidup berkecukupan, di antaranya :
01. Di dalam bacaan Shalat duduk diantara dua sujud, kita selalu memohon untuk diberikan kelapangan rezeki.
RABBIGHFIRLI WARHAMNI WAJBURNI WARFA’KNI WARZUQNI WAHDINI WA’AFINI WA’FU ‘ANNI.
artinya:
Ya Tuhanku ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah aku, angkatlah darjatku, berilah aku rezeki, pimpinlah aku, sehatkanlah aku dan maafkanlah aku.
02. Hidup berumah tangga, adalah salah satu cara memperoleh karunia ALLAH serta memberi motivasi kita untuk hidup layak, dimana memberi nafkah untuk keluarga bernilai Shadaqah.
Firman ALLAH :
وَ أَنْكِحُوا الْأَيامى‏ مِنْكُمْ وَ الصَّالِحينَ مِنْ عِبادِكُمْ وَ إِمائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَراءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ وَ اللهُ واسِعٌ عَليمٌ
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki, dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan mencukupkannya dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberiannya) lagi Maha Mengetahui,”
(QS an-Nuur (24) ayat 32).
Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
مَا أطْعَمْتَ نَفْسَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ، وَمَا أطْعَمْتَ وَلَدَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ، وَ مَا أطْعَمْتَ وَالِدَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ، وَ مَا أطْعَمْتَ زَوْجَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ،
“Apa yang engkau berikan untuk memberi makan dirimu sendiri, maka itu adalah shadaqah bagimu, dan apa yang engkau berikan untuk memberi makan anakmu, maka itu adalah shadaqah bagimu, dan apa yang engkau berikan untuk memberi makan ORANG TUAmu, maka itu adalah shadaqah bagimu. Dan apa yang engkau berikan untuk memberi makan isterimu, maka itu adalah shadaqa bagimu…”
[HR Ibnu Majah, 2138; Ahmad, 916727; dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah, 1739]
Rasulullah bersabda :
فْضَلُ دِيْنَارٍ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ دِيْنَارٌ يُنْفِقُهُ عَليَ عِيَالِهِ
Dinar terbaik yang dibelanjakan oleh seseorang lelaki adalah dinar seseorang yang dibelanjakan untuk nafkah keluarganya
[HR. Muslim (2/574)]
03. Shalat Tahajud, sarana menggapai kebaikan dunia dan akhirat.
و حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ
Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Jarir dari Al A’masy dari Abu Sufyan dari Jabir ia berkata; Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya di waktu malam terdapat suatu saat, tidaklah seorang muslim mendapati saat itu, lalu ia memohon kebaikan kepada Allah ‘azza wajalla baik kebaikan dunia maupun akhirat, kecuali Allah memperkenankannya. Demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. Muslim)
04. Shalat Dhuha, adalah bentuk peribadatan bernilai sedekah, serta Kunci mendapatkan Rezeki
Rasulullah bersabda :
“Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.”
(HR Hakim dan Thabrani)
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:
أَنَّهُ قَالَ يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى
“Setiap pagi dari persendian masing-masing kalian ada sedekahnya, setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, dan setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir sedekah, setiap amar ma’ruf nahyi mungkar sedekah, dan semuanya itu tercukupi dengan dua rakaat dhuha.” (HR. Muslim)
05. Mencegah orang lain berbuat mungkar, terkadang juga memerlukan dana yang cukup besar, namun balasannya adalah akan memperoleh rahmat dari ALLAH.
Allah Ta’ala berfirman :
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
yang artinya: “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(QS. At-Taubah (9) ayat 71)
06. Pembebasan Hutang, tentu diperlukan harta yang cukup. Dan keutamaan seorang yang membebaskan hutang saudaranya, akan mendapat kemudahan dari ALLAH di hari akhir
Råsulullåh shållallåhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Barang siapa yang melapangkan suatu kesusahan seorang mukmin di dunia, niscaya Allah akan melonggarkan satu kesusahannya di akhirat.
وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ
Barang siapa yang memudahkan urusan orang yang ditimpa kesulitan (hutang), niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat
وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ
…Dan Allah senantiasa menolong seorang hamba selama ia juga menolong saudaranya.”
(Riwayat Muslim)
sedekah3
07. Menuntut Ilmu dengan tujuan agar memberi kebaikan kepada orang lain, tentu memerlukan dana yang besar, namun balasannya setara dengan sedekah Jariyah.
Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ : إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Apabila manusia telah meninggal dunia maka terputuslah semua amalannya kecuali tiga amalan : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakan dia.” [HR. Muslim].
08. Kita diperintahkan untuk meninggalkan ahli waris dalam keadaan cukup.
Rasulullah bersabda :
“Sesungguhnya engkau tinggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya (cukup) lebih baik dari pada engkau tinggalkan mereka hidup melarat/miskin yang menadahkan tangan-tangan mereka kepada manusia (meminta-minta)”.
[Hadits Riwayat Bukhari 3/186 dan Muslim 5/71 dan lain-lain]
09. Menghidupi Karyawan yang bekerja kepada kita, tentu memerlukan biaya yang cukup besar, dan akan bernilai sedekah bagi kita.
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
وَ مَا أطْعَمْتَ خَادِمَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ
“…dan apa yang engkau berikan untuk memberi makan pelayanmu, maka itu adalah shadaqah bagimu.”
[HR Ibnu Majah, 2138; Ahmad, 916727; dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah, 1739]
10. Membantu orang yang berjuang di jalan ALLAH, diperlukan dana yang tidak sedikit, namun balasannya juga sangat luar biasa.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam telah bersabda :
مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا وَمَنْ خَلَفَهُ فِى أَهْلِهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا
“Barangsiapa menyiapkan bekal bagi seorang mujahid di jalan Allah sungguh ia telah berjihad dan barangsiapa menjaga keluarga yang ditinggalkan seorang mujahid maka sungguh ia telah berjihad”
(HR.Muslim : 12/425)
11. Pembagunan Masjid, terkadang memerlukan dana yang sangat besar, dan balasannya juga sangat hebat
Rasulullah bersabda:
مَنْ بَنَى مَسْجِداً يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللهِ بَنَى اللهُ لَهُ مِثْلَهُ فِي الْجَنَّةِ . وفي رواية لمسلم: بَيْتاً فِي الْجَنَّةِ
“Barangsiapa membangun masjid –karena mengharap wajah Allah- maka Allah akan membangunkan untuknya yang semisalnya di dalam syurga.” Dan dalam riwayat Muslim disebutkan dengan lafal: “rumah di dalam syurga.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim).
12. Memberi makanan berbuka puasa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
من فطر صائما كان له مثل أجره ، غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيئا
“Orang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi pahalanya.”
(HR. At Tirmidzi no 807, ia berkata: “Hasan shahih”)
13. Menjadi juru dakwah, diperlukan dana operasional yang lumayan besar
Dari Abu Hurairah r.a : Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa menyeru ke jalan petunjuk (kebaikan), maka baginya pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, yang tidak terkurangi sedikitpun dari pahala-pahala amal mereka sama sekali. Barangsiapa menyeru kepada jalan yang menyesatkan, maka baginya dosa semisal (sama) dosa orang-orang yang mengikutinya, yang tidak terkurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka sama sekali.” (Shahih Ibnu Majah : No. 0172).
yatim3
14. Pelindung bagi anak Yatim
ALLAH berfirman :
وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا﴿٨﴾ إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا
Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allâh, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.
[QS. al-Insân (76) ayat 8-9].
15. Bersedekah adalah mengundang rezeki
Rasulullah saw bersabda:
“Tidak akan berkurang rezeki orang yang bersedekah, kecuali bertambah, bertambah, bertambah.”(HR. Al Tirmidzi)
16. Infaq menghindari diri dari kebinasaan
ALLAH berfirman :
وَأَنفِقُواْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَلاَ تُلْقُواْ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُواْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Dan berinfaklah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al Baqarah (2) ayat 195)
17. Zakat adalah sebagai pembersih
ALLAH berfirman :
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu, kamu membersihkan dan mensucikan mereka”.
[QS. At Taubah (9) ayat 103].
18. Ber-Qurban tentu diperlukan dana yang tidak sedikit, namun balasannya sangat besar
Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]
19. Haji dan Umroh adalah ibadah dengan dana yang lumayan besar, dan menjadi sarana terkabulnya do’a, dimana balasan bagi Haji yang Mabrur, adalah Surga
Dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
اَلْغَازِي فِيْ سَبِيْلِ اللهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ، وَفْدُ اللهِ، دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ. وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ.
“Orang yang berperang di jalan Allah dan orang yang menunaikan haji dan umrah, adalah delegasi Allah. (ketika) Allah menyeru mereka, maka mereka memenuhi panggilan-Nya. Dan (ketika) mereka meminta kepada-Nya, maka Allah mengabulkan (pemintaan mereka).”
[Hasan: Sunan Ibni Majah (II/966, no. 2893); lihat Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 2339)]
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اَلْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ.
“Umrah ke umrah adalah penghapus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain Surga.”
[ Muttafaq ‘alaih: Shahiih al-Bukhari (III/597, no. 1773), Shahiih Muslim (II/987, no. 1349), Sunan at-Tirmidzi (II/206, no. 937), Sunan Ibni Majah (II/964, no. 2888), Sunan an-Nasa-i (V/115)]
sahabat1
Teladan Sahabat
Para sahabat, yang dikenal sebagai MILYADER, antara lain :
1. Utsman bin Affan ra.
Saat Perang Tabuk, beliau menyumbang 300 ekor unta, setara dengan nilai Rp. 3 Milyar, serta dana sebesar 1.000 Dinar Emas, yang setara dengan Rp. 2,37 Milyar.
Ubaidullah bin Utbah memberitakan, ketika terbunuh, Utsman ra. masih mempunyai harta yang disimpan penjaga gudangnya, yaitu: 30.500.000 dirham (setara dengan Rp. 2,05875 Trilyun) dan 100.000 dinar (setara dengan Rp. 237 Milyar).
2. Abdurrahman bin Auf  ra.
Ketika menjelang Perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf mempelopori dengan menyumbang dana sebesar 200 Uqiyah Emas atau setara dengan Rp. 3,5 Milyar.
Menjelang wafatnya, beliau mewasiatkan 50.000 dinar untuk infaq fi Sabilillah, atau setara dengan nilai Rp. 118,5 Milyar.
Dari Ayyub (As-Sakhtiyani) dari Muhammad (bin Sirin), memberitakan ketika Abdurrahman bin Auf ra. wafat, beliau meninggalkan 4 istri. Seorang istri mendapatkan warisan sebesar 30.000 dinar emas. Hal ini berarti keseluruhan istri-nya memperoleh 120.000 dinar emas, yang merupakan 1/8 dari seluruh warisan.
Dengan demikian total warisan yang ditinggalkan oleh Abdurrahman bin Auf ra, adalah sebesar 960.000 dinar emas, atau jika di-nilai dengan nilai sekarang setara dengan Rp. 2,2752 Trilyun.

Rabu, 28 Januari 2015

Mencetak Generasi Emas Tanpa Riba!

            Tulisan ini sebenarnya saya  buat saat ingin mengikuti lomba Karya Tulis SES STAN. Alhamdulillah......artikel saya bukan yang terbaik hehehehe. Nah supaya tulisan saya bisa lebih bermanfaat, lebih baik saya posting di Blog saya yang belum seberapa ini ya.....
Mohon dikoreksi jika tulisan saya salah thx.

Kaya Tanpa Riba
Pada dasarnya semua orang ingin kaya. Tidak ada yang melarang manusia untuk kaya, bahkan Allah mencintai orang yang senantiasa berusaha untuk kesejahteraan hidupnya. Berikut Firman Allah dalam Surah Al-Qasash ayat 77
“Dan carilah apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”
Dari ayat diatas jelas Allah SWT tidak melarang umatnya untuk memperoleh kebahagiaan dunia termasuk kaya. Nah, untuk mencapai sebuah kekayaan namun juga akan berkah tentunya harus berpegang teguh pada ekonomi Syariah, ekonomi yang berpondasi pada hukum-hukum Islam. Dalam hal ini tentunya kita sudah jelas harus banyak belajar pada sosok hebat bernama Muhammad Bin Abdullah. Rasulullah Muhammad SAW pernah berkata bahwa sebagian besar rezeki manusia diperoleh dari aktivitas dagang. Kejeniusan beliau dalam mengelola alur perdagangan dan tentunya Zakat di tanah Arab membuat Mekkah dan Madinah menjadi negeri yang makmur meski beribu masalah datang menghampiri Umat Islam.

Kalau kita lihat pada masa sekarang ini, Kesadaran masyarakat muslim akan pentingnya ekonomi islam kian hari semakin meningkat meskipun masih belum begitu pesat. Namun sedikit demi sedikit pengetahuan masyarakat terhadap sistem ekonomi syariah akan terus berkembang dengan semakin gencarnya gerakan ekonomi syariah baik di dunia maupun di tanah air. Sudah banyak lahir Perusahaan-perusahaan dan Bank-Bank yang meletakkan konsep dasar ekonomi Islam kedalam Usaha mereka. Konsep dasar Ekonomi Islam yang Menitikberatkan pada konsep “No Bunga” adalah dengan menjadikan manusia sebagai subjek Ekonomi bukan Objek Ekonomi. Setiap Muslim wajib dan jelas untuk patuh dan berperan dalam Syiar Islam termasuk dalam berekonomi.

Sekarang yang jadi pertanyaan adalah, Bagaimana peran Mahasiswa?

Mahasiswa sebagai salah satu elemen reformasi adalah harapan satu-satunya dari generasi tua. Amanah besar dipegang olehnya. Sebagai Agen Perubahan yang jauh berpikir ke depan namun tidak meninggalkan apa yang telah diwariskan pendahulu mereka. Terkhusus bagi Mahasiswa Muslim yang harus selalu sedia menjadi penerus Panji-panji Jihad Rasulullah tentunya tak ada pilihan lain selain berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah, termasuk dalam berekonomi.

Banyak peran yang dapat dimainkan oleh Mahasiswa Muslim dalam berekonomi dan alangkah lebih baiknya jika mereka bisa memadukan semuanya.

Peran Pertama yakni sebagai Pionir.

Dalam hal ini Mahasiswa yang tentunya mewakili semangat Muda-mudi Islam masa kini berperan sebagai orang yang “Take Action”. Mahasiswa dituntut untuk bisa mandiri dalam berekonomi. Mengelola keuangan tanpa Riba, menegakkan dan amanah terhadap Zakat dan Shodaqoh, Rikaz, dan Waqaf.

Mahasiswa yang mandiri adalah mahasiswa yang tidak terlalu berharap pada Orang tuanya. Mahasiswa dituntut untuk menjadi Entrepreunership disamping kewajibannya menuntut ilmu. Jualan sambil dagang??? Bukan tidak mungkin. Ada banyak hal yang dapat dijual oleh mahasiswa namun juga menebar pahala. Contoh kecil adalah mahasiswa yang berjualan Hijab, Buku-buku agama, Alat-alat sholat. Itu hanyalah contoh kecil. Contoh besar tentunya dengan mengadakan seminar akbar ekonomi Syariah dengan mengundang motivator-motivator hebat yang diharapkan dari hal ini dapat menelurkan pemikiran-pemikiran hebat terhadap mahasiswa itu sendiri dan diteruskan sampai kepada masyarakat.

Dalam kehidupan sehari-hari juga tentunya Mahasiswa juga tidak bisa dilepaskan dari aktivitas berekonomi seperti, Jual-beli, Utang-piutang,Sewa-menyewa hingga menyimpan uang di Bank. Dalam hal yang menyangkut Riba, tentunya mahasiswa yang cerdas tahu betul bahwa Riba itu adalah haram oleh karena itu alangkah baiknya jika dalam kehidupan sehari seperti halnya hutang-piutang atau jual beli mahasiswa tidak meletakkan Riba kedalamnya. Dalam menabung Uang ke Bank hendaknya lebih memilih menabung di Bank-Bank yang berbasis Syari’ah ketimbang Bank-Bank Umum walaupun sebenarnya Bank itu sendiri sebenarnya adalah bagian dari Riba juga. Namun secara Umum masyarakat saat ini lebih suka menyimpan uang di bank ketimbang menyimpan secara Pribadi. Nah, Untuk kasus seperti ini sebaiknya kita berpegang pada sabda Nabi sebagai berikut.

“Jika kau dihadapkan dalam 2 pilihan yang buruk maka pilihlah diantara kalian 1 pilihan yang kadar Mudharatnya jauh lebih sedikit”

Tentunya sebagai manusia cerdas dan berakhlaq kita akan memilih pada Bank Syariah. Paling tidak konsep dasar nilai-nilai Islam masih ada dalam Bank Syariah.

Dalam hal tanggung jawab. Tentunya sudah kewajiban bagi setiap manusia untuk menyalurkan Zakat dan Sedekah. Pada Zaman Rasulullah Zakat merupakan salah satu penerimaan terbesar buat pemerintahan Rasulullah. Jika dalam lingkup kemahasiswaan saja kita sudah mampu menyikapi Zakat dan sedekah secara serius, Bayangkan saja masa depan Indonesia mungkin akan lebih cerah dan tidak selalu berharap terhadap penerimaan pajak dan Cukai tembakau sebagai penerimaan terbesar Negara yang sesungguhnya rawan Mudharat.

Zakat dan pajak merupakan dua hal yang penting dan tidak dapat dipungkiri keberadaannya dalam kehidupan masyarakat sehingga timbul permasalahan mengenai hal mana yang harus lebih diutamakan. Zakat adalah wajib bagi Muslim sementara pajak????
Pajak sebenarnya diwajibkan bagi orang-orang non muslim kepada pemerintahan Islam sebagai  jaminan keamanan. Maka saat pajak dibebani untuk orang Islam, banyak ulama yang menentangnya namun ada juga yang membolehkannya tentunya dengan syarat. Diantara ulama yang membolehkan pemerintahan Islam mengambil pajak dari kaum muslimin adalah Imam Ghozali, Imam Syatibi dan Imam Ibnu Hazm. Mereka berpendapat bahwa jika Negara sangat membutuhkan dana maka Negara boleh memungut pajak dari kaum muslimin.
"Sesungguhnya pada harta ada kewajiban/hak (untuk dikeluarkan) selain zakat."
( HR Tirmidzi, no: 595 dan Darimi, no  : 1581, di dalamnya ada rawi : Abu Hamzah ( Maimun ), menurut Ahmad bin Hanbal dia adalah dho’if hadist, dan menurut Imam Bukhari : dia tidak cerdas )
Ulama yang ilmunya tentu sudah tidah dapat diragukan lagi dalam hal ini saja masih bisa berbeda pendapat. Toh, dengan kita yang sesungguhnya masih awam. Oleh karena itu dibutuhkan lebih dari Mahasiswa cerdas untuk menyikapi gejolak yang tiada akhir di masa mendekati akhir Zaman ini. Dibutuhkan Mahasiswa Berakhlaq agar dapat membedakan yang Haq dan Bathil dalam kehidupan sehari-hari. Namun yang terpenting dalam perekonomian Islam, “Jalankan Zakatmu!!” karena itu wajib bagi setiap Muslim yang hidup.






Peran Kedua yakni sebagai Da’i.
Sebagai generasi yang sangat dibanggakan oleh Baginda Rasulullah, Jalan Dakwah yang merupakan warisan Rasulullah wajib kita teruskan tak terkecuali dalam kegiatan ekonomi.
 “Sampaikanlah Ilmuku walau hanya 1 ayat”

Di Masa lalu kita punya Ibnu Khaldun dan tentunya Rasulullah yang berperan sebagai Tokoh ekonomi namun juga seorang Da’i. Di masa sekarang ini khususnya di Indonesia kita punya Bapak Al-Ustadz Yusuf Mansur sebagai tokoh Ekonomi yang berperan sebagai Mubaligh juga. Mahasiswa yang merupakan sosok Intelek khususnya yang akrab dengan perkuliahan masalah ekonomi tentunya harus bisa memahami masalah dengan cerdas terkait ekonomi konvesional dan memadukannya atau malah mengganti jika ada yang keliru dengan Ekonomi Syariah. Bagaimana caranya??? Jawabannya adalah dengan Dakwah.  Dakwah yang paling popular dikalangan Mahasiswa adalah dengan menulis. Sahabat,Menantu,sekaligus Sepupu Nabi Muhammad pernah berkata “Jika kau memiliki Ilmu maka tulislah ia, agar ia abadi”. Dalam menulis khususnya mengenai Ekonomi Syariah yang kebanyakan berlandaskan pada Fiqh, mahasiswa tidak boleh hanya berkutat pada 1 referensi saja. Jangan sampai Ilmu yang tujuannya untuk memberi pencerahan malah menghadirkan perselisihan.

Selain Menulis, banyak hal lainnya seperti aktif langsung dalam kegiatan Tabligh Akbar atau seminar yang membahas Khusus mengenai masalah perekonomian Syariah. Dengan begitu diharapakan Mahasiswa juga dapat menjadi lintas dakwah secara langsung dengan menjadi paling tidak motivator dalam berekonomi syariah dalam keluarga dan teman-temannya.

Di Zaman yang serba canggih ini, Lintas Dakwah semakin kreatif. Dakwah dapat dilakukan lewat SosMed atau juga dapat melalui Spanduk dan poster-poster yang dapat langsung menggaungkan Syiar Islam langsung kepada mereka yang melihat.

Peran ketiga yakni sebagai Penyeimbang

Mahasiswa harus bisa menularkan rasa optimis dan Idealis. Perekonomian Islam harus bisa berkembang di tengah sekulerisasi dalam perekonomian dunia. Mahasiswa tidak bisa lengah sedikitpun menghadapi gelombang arus globalisasi yang terus menghadang. Ancaman ekonomi Kapitalis yang bersumber pada keuntungan Pribadi dan ekonomi komunis yang bersumber dimana hak milik perseorangan tidaklah diakui, adalah 101 % salah besar. Dalam ekonomi Islam tidak ada sedikitpun yang dirugikan. Jikapun ia tidak Untung paling tidak ia tidak rugi.

Semua Kerugian Dikembalikan kepada Harta dan Pemiliknya, Sementara Keuntungan Milik Kedua Belah Pihak. Begitulah Prinsip Ekonomi Islam. Alangkah beruntungnya menjadi Umat Muhammad. Tidak ada ruginya sama sekali menjadi Umat Islam. Untuk itu, Prinsip-prinsip Khilafah Islamiyah perlu ditegakkan kembali agar bukan hanya perekonomian umat Islam saja yang stabil namun dunia secara keseluruhan.

Ketiga contoh diatas sebenarnya adalah beberapa contoh kecil dalam berekonomi Syariah. Banyak lagi hal yang dapat dilakukan oleh Mahasiwa guna menelurkan Generasi Emas Syariah yang bebas Riba. Apapun Jalan yang kita ambil untuk mendapat kekayaan pastikan jalan itu adalah jalan yang halal. Pastikan Langkah yang kita ambil tidak hanya menjadikan manusia yang sukses di dunia namun juga sukses di akhirat. Pastikan kita meraih Surga-Nya bersanding dengan tokoh-tokoh hebat di masa lalu. Jadilah “The Perfect Muslim”. Tegakkan Khilafah! Dan jadilah “Generasi Emas Tanpa Riba”.







Senin, 08 Desember 2014

Lukisan Pertama Ane!

Assalamu'alaikum Akhi Wa Ukhti Fillah......

Perkenalkan disini nama saya Muhammad Rizki Arhan. Biasa di panggil Arhan. Sebenarnya sih Arhan itu nama dari Kedua Orang tua saya. sejak kecil saya selalu dipanggil Rizki. Namun sejak SMA semua itu berubah. teman-teman lebih suka manggil saya Arhan.biar anti mainstream kata mereka,soalnya nama orang yang namanya Rizki tuh tak terhitung. Dan terbawalah sampai sekarang hingga saya Kuliah, Saya merasa nyaman dengan panggilan ini.

Cukup tentang nama. Saat ini umur saya 18 tahun (In Sha Allah Berkah....Aamiin)!
Saya terlahir sebagai Halak Medan namun saat ini saya sedang dalam proses Merantau. Yups, saya sedang di tanah Jawa saat ini untuk kuliah tepatnya Tangerang Selatan. ada yang tau dimana saya kuliah????

Tebakan anda (isi sendiri). Saya kuliah di Tempat dimana yang katanya sekolahnya Gayus. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Ntah kenapa banyak yang melihat STAN hanya dari sisi negatifnya saja, padahal banyak orang-orang hebat juga lahir dari sini, contohnya Pak Helmy Yahya dan Mentri ESDM kita saat ini Bapak Sudirman Said. Sebenarnya banyak lagi sih Alumni STAN yang berhasil mewujudkan lukisan Mimpi mereka menjadi sebuah jejak yang luar biasa. Rata-rata dari mereka ditempatkan di tempat yang kece. ada yang tau gak????

Tebakan anda (isi sendiri) lagi......KEMENKEU! whoaaa kebayangkan Uang negara aja diurusin apalagi keuangan Keluarga ( eitss jangan Su'udzon).......Di Kemenkeu mereka diletakkan ke banyak tempat ada Direktorat Jendral Bea Cukai, Direktorat Jendral Pajak, Direktorat Jendral Kebendaharaan Negara, ITJEN, Badan Kebijakan Fiskal, dan lain-lain. Anda jangan kira jika anda kuliah di STAN anda hanya akan terikat di KEMENKEU. salah besar vrohhh. banyak Perusahaan BUMN dan Swasta yang mengincar anak STAN buat mengurus NET INCOME mereka hehehe....

Saat ini saya masih berada di Tingkat 1. Artinya masih butuh 2 tahun lebih lagi bagi saya untuk lulus dari STAN yang terkenal dengan Sistem DO nya yang sangat ketat. Namun saya yakin Hanya dengan Pertolongan Allah ditambah doa Ibu saya, Saya pasti bisa melaluinya! OPTIMIS!

Mimpi saya yang paling utama di masa kuliah ini adalah berfoto bersama dengan kedua orang tua saya di THE FAMOUS AIR MANCUR STAN, di hari Wisuda saya di Kampus Idaman ini. Lalu setelahnya tentu bekerja sebagai PUNGGAWA KEUANGAN NEGARA yang In Sha Allah Amanah!

OH iya....terkait Blog saya ini.....Mudah-mudahan berawal dari tulisan singkat pertama ini, Blog saya bisa bermanfaat buat Antum sekalian. Blog ini sebenarnya bukan Blog pertama saya.....sebelumnya saya juga punya Blog.Namun Blog saya yang pertama itu hanyalah Blog iseng-iseng dan akhirnya sekarang terbengkalai.

Namun untuk yang satu ini, lebih dari sekedar coba-coba. saya berusaha ISTIQOMAH untuk aktif terus Menulis. Minat saya ini untuk terus aktif menulis tumbuh sejak saya bergabung dengan Bidang Infomed Masjid Baitul Maal STAN. Dan mudah-mudahan nantinya saya mampu menjadi Penulis yang Handal namun Tentunya Bertanggung jawab juga.

Terkait nama blog saya yakni Arheenius. Nama ini diambil dari Nama saya yakni Arhan. Mirip dengan nama Ilmuwan Kimia Svante Arrhenius. Pertama kali saya gunakan nama  ini untuk Char Point Blank saya waktu SMP (harap maklum masih bocah -_-) yah jadi kerjaannya game onlinan terussssss......

Cukup perkenalannya ya. Mudah-mudahan tulisan saya tidak terbatas sampai disini....Jadi tetap sering-sering kunjungi blog saya ini ya, Mungkin akan ada Info yang Berkah yang akan anda dapatkan. Aamiin

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh